Ramai Pokemon Go, Ini Nasehat Dewan Syariah PKS

Ramai Pokemon Go, Ini Nasehat Dewan Syariah PKS

Semarang, semarang.pks.id – Bermain game sifatnya mubah, namun harus dihindari jika akan menimbulkan mudhorot, atau meninggalkan kewajiban-kewajiban lainnya. Hal ini disampaikan oleh Dewan Syariah DPD PKS Kota Semarang Sifin Al Mufti menanggapi maraknya games online yang dikeluarkan oleh perusahaan Niantic, dimana dia memadukan antara games atau permainan dengan real life yang penuh dengan inovasi baru, Pokemon GO.

Games yang belum dirilis resmi di Indonesia ini sudah banyak digunakan oleh masyarakat melalui akun-akun yang menyediakan unduhan gratis games ini. Yang sangat disayangkan adalah para gamers yang memainkan games ini bila melakukan hal-hal yang diluar batas kewajaran bahkan hingga lupa waktu.

“Hukum bermain adalah mubah, selama permainan itu tidak melalaikan waktu sholat dan ibadah lain. Serta tidak merugikan orang lain dan membahayakan diri sendiri. Terlepas dari ancaman ghozul fikr, Pokemon GO sangat membahayakan pecandunya dan real nya sudah banyak yang menjadi korban dari permainan ini. Saya pribadi berharap kita lebih waspada terhadap permainan baru semacam ini”, papar Ustadz Sifin Al Mufti.

Ustad Sifin menegaskan, Masyarakat harus lebih cerdas dalam melakukan suatu hal. Mampu untuk memilah dan memilih serta menggunakannya sesuai batasan yang wajar termasuk dalam memainkan Pokemon GO ini.

“Rosululloh saw sering bermain dengan cucunya, Hasan dan Husein, serta lomba lari dengan Aisyah juga bercanda dengan para sahabat, namun masih dalam koridor yang wajar dan tidak menimbulkan mudhorot”, pungkas Dewan Syariah DPD PKS Kota Semarang ini.

Sutas Sifin menambahkan, Selama itu masih dalam batas normal maka setiap permainan termasuk Pokemon GO ini sah-sah saja. Namun perlu diperhatikan pula dampak negatif dan positif yang dapat kita ambil dari setiap games yang kita mainkan. Pada intinya jika permainan hanya untuk menghilangkan jenuh, bukan menjadi rutinitas kebiasaan yang berlebihan dan tidak menimbulkan mudhorot, tidak masalah.(rth)

Leave a Reply