Catatan Penting RPJMD 2016-2021, Kejar Ketertinggalan Dari Kota Lain

Catatan Penting RPJMD 2016-2021, Kejar Ketertinggalan Dari Kota Lain

Setelah mengalami proses yang cukup panjang dalam perumusan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang 2016 – 2021, pada akhirnya pedoman pembangunan Kota Semarang untuk lima tahun kedepan ini dapat diselesaikan. Setelah ditetapkan menjadi Perda, maka wajib untuk menjadi pegangan pemerintah dalam membuat program pembangunan daerah.

Ada beberapa catatan penting yang pelru diperhatikan dan harapannya bisa terwujud untuk lima tahun yang akan datang, diantaranya, pertama, mengenai permasalahan banjir dan rob yang sudah menjadi langganan kota Semarang maka kita memiliki harapan akan berkurangnya luas genangan banjir dari 41.6 % menjadi 33 %. Semoga ini menjadi indikator signifikan dalam penurunan persoalan banjir di kota Semarang. Nantinya bisa di wujudkan melalui program-program pelaksanaan yang lebih kreatif dan inovatif agar mampu mengatasi rob dan banjir di kota Semarang. Hal ini sudah menjadi dambaan masyarakat Semarang sejak lama.

Kedua, layanan jasa transportasi, Bus Rapid Transit (BRT) diperkirakan sampai tahun 2021 akan menjadi 8 koridor sedangkan saat ini sudah tersedia 5 koridor, nantinya 3 koridor akan menyusul. Solusi dari BRT itu salah satunya adalah jumlah feeder atau pengumpan yang harus diperbanyak. Khususnya yang bisa menjangkau wilayah-wilayah pinggiran dan wilayah-wilayah strategis sehingga bisa diakses lebih mudah oleh warga kota Semarang. Misalnya wilayah yang berdekatan atau berada di area sekolah, kampus, kawasan industri, pariwisata, dan lain sebagainya yang terjamin akses layanannya.

Ketiga, upaya pencapaian Ruang Terbuka Hijau (RTH) hingga 30% yang saat ini baru mencapai 11%. Sesuai dengan Undang-Undang No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang mensyaratkan bahwa kota harus memiliki RTH sedikitnya 30% dari seluruh luas wilayahnya.  Angka 30% bertujuan untuk menyeimbangkan ekosistem kota untuk menjamin udara bersih termasuk menjaga keanekaragaman hayati dan meningkatkan estetika keindahan.  Mengingat pentingnya peranan RTH dalam mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan menuju green city, maka perangkat hukum lain yang juga mendukungnya antara lain UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Keempat, Kota Semarang nantinya akan memiliki lahan konservasi wilayah pesisir seluas 15 hektar dan pengelolaan kedepannya guna melestarikannya. Untuk sekarang ini memang belum terwujud karena dibutuhkan solusi tepat untuk mengatasi abrasi air laut terlebih dahulu. Nantinya lahan konservasi ini dapat berguna untuk menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan wilayah pesisir dan juga nantinya bisa menjadi wisata pesisir yang dapat menambah pendapatan daerah Kota Semarang.

Untuk 5 tahun kedepan Kota Semarang bukan hanya sekedar kota besar saja namun  diharapkan mampu menjadi kota metropolitan yang dapat menyejajarkan diri dengan kota metropolitan lain di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan. Selain itu juga diharapkan mampu menempati posisi kunci kota terdepan dalam hal pembangunan di antara 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah karena kota Semarang adalah ibu kota provinsi Jawa Tengah. Diharapkan kemajuan Semarang menjadi parameter kunci kemajuan Jawa Tengah sendiri.

Oleh Suharsono

(Pansus RPJMD Kota Semarang dan Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang)

Leave a Reply