DPRD Kota Semarang Persoalkan Pembangunan Pasar Kanjengan Pakai Dana Rekanan

DPRD Kota Semarang Persoalkan Pembangunan Pasar Kanjengan Pakai Dana Rekanan

Proyek pembangunan Pasar Kanjengan, Johar, terlambat dari waktu yang ditentukan. Hingga akhir Desember 2017 lalu, proyek yang menggunakan anggaran senilai Rp 87,5 miliar dari Kementerian Perdagangan itu hanya mencapai 80 persen saja.

Dengan tidak selesainya pembangunan Pasar Kanjengan Tahap I, maka rekanan hanya dibayar sesuai hasil pekerjaan. Sisa anggaran dari kekurangan 20 persen pekerjaan, dikembalikan ke Kementerian Perdagangan.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Agus Riyanto Slamet mempersoalkan penyelesaian pembangunan pasar Kanjengan yang belum dianggarkan dalam APBD. Terlebih selama penyelesaian, anggaran yang dipakai menggunakan anggaran dari rekanan sendiri.

“Kontraktor seolah-olah yakin akan dibayar dengan APBD Perubahan 2018. Makanya, kami akan tanyakan hal itu ke Dinas Perdagangan,” kata Agus, Rabu (10/1/2018).

Menurutnya, setiap kegiatan atau proyek pemerintah mestinya masuk dalam penganggaran terlebih dahulu kemudian dilakukan pembahasan oleh DPRD. Jika disetujui, maka proyek tersebut baru bisa dilaksanakan.

Kenyataannya, rencana alokasi anggaran untuk penyelesaian Pasar Kanjengan belum ada persetujuan dari DPRD Kota Semarang. Kalaupun dianggarkan, baru bisa direalisasikan pada Anggaran Perubahan mendatang.

“Harusnya dibicarakan dulu di DPRD dan digedok. Lha kalau begini nanti bagaimana? Termasuk proses lelangnya,” herannya.
Agus mengaku telah meninjau pengerjaan Pasar Kanjengan yang menjadi bagian dari pembangunan Pasae Johar Baru.
Dalam kenyataannya, pembangunan baru mencapai 80 persen sampai batas akhir kontraknya.

Leave a Reply