APBD Anggarkan 110 M untuk BRT, FPKS Minta Perbaiki Layanan

APBD Anggarkan 110 M untuk BRT, FPKS Minta Perbaiki Layanan

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera meminta agar transportasi masal kota semarang BRT meningkatkan layanannya karena banyak keluhan dari masyarakat di tahun 2017, padahal BRT telah mendapatkan anggaran dalam APBD 2018 sebesar 110 miliar. Hal ini disampaikan oleh ketua Fraksi PKS Kota Semarang Suharsono di Gedung DPRD Kota Semarang, (15/1).

Suharsono mengatakan, anggaran yang cukup besar ini harus diartikan bahwa BRT harus melakukan perbaikan untuk terus bekerja profesional dan semakin baik pelayanannya. Ia mengatakan dari anggaran yang diberikan sebesar 110 M tersebut, BRT hanya ditarget pendapatan sebesar 30 M.

“Dengan anggaran itu BRT harus mampu memperbaiki pelayanan. Tahun 2018 pengelolaan BRT sebesar 110 miliar. Sedangkan target pendapatan dari tiket penumpang sebesar 30 M, artinya APBD mensubsidi 80 M kepada pengguna layanan publik,” ungkap Suharsono.

Suharsono menambahkan, untuk meningkatkan pelayanan BRT, jam operasional untuk pelayanan di beberapa koridor perlu ditambah sampai jam 21.00 atau 22.00, selain itu sheltershelter akan lebih nyaman dan aman bagi para pengguna.

“Jam operasional perlu ditingkatkan hingga jam sembilan malah atau jam sepuluh malam, karena Kota Semarang merupakan kota metropolitan banyak juga aktivitas masyarakat di malam hari, setelah jam tujuh malam, sudah jarang terlihat angkutan masal. Selain jam operasional, perbaikan shelter juga harus dilakukan, agar pengguna nyaman dan juga aman,” jelasnya.

Suharsono mengharapkan BRT dapat lebih mandiri ke depan dengan dibentuk BUMD tidak dikelola oleh Dinas Perhubungan (Dishub), sehingga kedepan lebih profesional dan lebih fokus lagi memberikan pelayanan transportasi masal, lebih-lebih bisa menambah PAD Kota Semarang.

“Harus mulai dipikirkan (agar) ke depan BRT tidak dikelola Dishub, namun mandiri dalam bentuk BUMD, sehingga lebih profesional dan bisa juga menambah pendapatan daerah,” tutupnya.

Leave a Reply