DPRD: Inovasi Kunci Utama Kurangi Angka Kemiskinan di Jateng

DPRD: Inovasi Kunci Utama Kurangi Angka Kemiskinan di Jateng

Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Jamaluddin menyebut salah satu kunci utama membantu program pengentasan kemiskinan di Jateng adalah inovasi dari masyarakatnya.

Menurut Jamaluddin, saat ini berdasarkan data statistik, angka kemiskinan di Jateng termasuk tertinggi, yakni sekitar 4,20 juta jiwa dan jumlah pengangguran sebesar 4,57%. Kondisi tersebut menurut Jamal memerlukan solusi untuk mengatasinya.

“Saat berbincang dengan masyarakat dan pemuda di Wonosobo dalam Reses pekan lalu, kami menyampaikan bahwa perlunya beberapa hal, diantaranya pembangunan mental mandiri untuk pemuda, pentingnya inovasi yang kuat dari kita dan optimis untuk menatap masa depan,”katanya, Slasa (6/3/2018) di Kota Semarang.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa saat ini banyak peluang di daerah dan pemerintah yang bisa di akses untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Yang penting kuncinya adalah inovasi yang kuat di internal kita, yakin dan mantap di hati kita dalam berusaha, bahasa jawanya, sugeh ki rekoso, tidur jam 1 malam, karena di era sekarang kerja keras dan keyakinan yang kuat serta punya inovasi merupakan modal utama untuk kita mampu mengurangi angka kemiskinan,” jelas politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ini.

Sebagai informasi, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah menunjukkan, pada Maret 2014 angka kemiskinan di Jawa Tengah sebesar 4,83 juta jiwa.

Adapun pada September 2014, angka kemiskinan turun menjadi 13,58 persen atau menjadi 4,56 juta jiwa. Pada Maret 2015, persentase kemiskinan stagnan di angka 13,58 persen. Namun, angka itu kembali turun pada September 2015 menjadi 13,33 persen atau sebesar 4,5 juta jiwa.

Pada Maret 2015, persentase kemiskinan stagnan di angka 13,58 persen. Namun, angka itu kembali turun pada September 2015 menjadi 13,33 persen atau sebesar 4,5 juta jiwa. Persentase kemiskinan juga tercatat turun pada Maret 2016 menjadi 13,27 persen. Angka kemiskinan kembali turun pada September 2016 menjadi 13,19 persen atau menjadi 4,49 juta jiwa.

Pada Maret 2017, angka kemiskinan kembali turun menjadi 13,01 persen atau sebesar 4,45 juta jiwa. Selanjutnya, pada September 2017, jumlah penduduk miskin Jateng mencapai 4,20 juta orang (12,23 persen). Kondisi tersebut berkurang sebesar 253,23 ribu orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2017 yang sebesar 4,45 juta orang (13,01 persen). [jateng.pks.id]

Leave a Reply